X

Inggris & Eropa

Benua Eropa mempunyai populasi terbanyak setelah Cina dan India. Sebagian negara dari benua Eropa yang paling terkenal antara lain: Austria, Denmark, Finland, Perancis, Jerman, Itali, Belanda, dan Spanyol. Selain benua Eropa, banyak orang yang juga mengenal salah satu negara tetangganya yakni negara Inggris. Inggris sendiri mempunyai sejarah panjang dalam dunia hiburan seperti cerita klasik yang ditulis oleh William Shakespeare, atau musik yang dimainkan oleh The Beatles, Rolling Stones, sampai sastrawan seperti Charles Dickens, Scot Robert Burns, Welshman Dylan Thomas, dan Seamus Heaney. Terlepas dari kebudayaan negara Inggris dan Eropa, mari kita mengenal lebih jauh tentang seluk beluk negara mereka secara keseluruhan.

Benua Eropa mempunyai populasi terbanyak setelah Cina dan India. Sebagian negara dari benua Eropa yang paling terkenal antara lain: Austria, Denmark, Finland, Perancis, Jerman, Itali, Belanda, dan Spanyol. Selain benua Eropa, banyak orang yang juga mengenal salah satu negara tetangganya yakni negara Inggris. Inggris sendiri mempunyai sejarah panjang dalam dunia hiburan seperti cerita klasik yang ditulis oleh William Shakespeare, atau musik yang dimainkan oleh The Beatles, Rolling Stones, sampai sastrawan seperti Charles Dickens, Scot Robert Burns, Welshman Dylan Thomas, dan Seamus Heaney. Terlepas dari kebudayaan negara Inggris dan Eropa, mari kita mengenal lebih jauh tentang seluk beluk negara mereka secara keseluruhan.

Negara Tujuan Para Pelajar di Dunia

Selain belajar di luar negeri, seorang pelajar biasanya mencari pekerjaan part-time untuk mengisi waktu ulang ataupun mencari pengalaman bekerja di luar negeri. Setiap negara mempunyai kebijakan yang berbeda-beda mengenai siswa yang belajar sambil bekerja. Meskipun begitu, setidaknya beberapa negara di Eropa ini bisa menjadi pilihan untuk siswa/mahasiswa yang ingin melakukan studi sambil bekerja, diantaranya adalah: Perancis, Jerman dan Spanyol. Saat di Perancis, pelajar hanya memiliki hak untuk bekerja sekitar 35 jam per minggu, sebelumnya mereka harus memiliki kartu residensi dan jaminan sosial yang bisa didapat dari sekolah atau universitas mereka. Di Prancis, upah minimumnya sebesar 9,40 euro per jam, belum termasuk potongan pajak 20%. Sedangkan di Jerman, pelajar mempunyai kesempatan untuk bekerja part-time 120 hari per tahun. Meskipun di Jerman upah minimum untuk setiap jam kerja tidak ditetapkan, biasanya untuk satu jam kerja siswa dapat menerima antara 6-10 euro. Selain itu, jika pelajar hanya mengikuti kelas program bahasa Jerman di negara ini, mereka tetap diperbolehkan bekerja part-time, hanya saat periode liburan. Berbeda saat di Spanyol, siswa internasional dapat meminta izin kerja kepada pihak berwenang setempat, untuk bekerja hingga 20 jam per minggu. Izin kerja tidak boleh lebih tinggi dari durasi visa pelajar, ya. Penting bagi para pelajar untuk diingat bahwa pekerjaan yang dilakukan harus terkait dengan program studi yang mereka ambil di Spanyol. Selain itu pelajar hanya dapat bekerja penuh waktu hingga 3 bulan selama periode liburan. Terlepas dari negara-negara Eropa, di Inggris pemerintah memberikan ijin bekerja bagi para pelajar internasional selama 20 jam seminggu saat semester sekolah berjalan, dan kesempatan kerja full-time saat diluar semester (libur). Namun, mereka tetap harus melakukan cek ulang dengan penasihat internasional di masing-masing institusi sebelum mulai bekerja. Sebab, jika menyalahi aturan bisa berakibat pada visa.

Keadaan Iklim

Benua Eropa dapat dibagi menjadi enam zona wilayah, yaitu: Eropa Barat, Mediterania, Spanyol, Eropa Tengah dan Timur, Eropa Utara, dan wilayah Pegunungan. Masingmasing bagian wilayah mempunyai gambaran iklim yang berbeda-beda. Eropa Barat (termasuk kepulauan Inggris dan negara dataran rendah, Spanyol utara, sebagian besar Perancis dan bagian barat Jerman) memiliki musim panas dan musim dingin yang ringan, cuaca Eropa barat juga memiliki kelembaban tinggi dan curah hujan yang cukup besar. Khususnya saat di Inggris, hujan cukup sering terjadi sepanjang tahun. Rata-rata bulan Juni adalah saat ‘terkering’ di seluruh Inggris. Sementara bulan ‘terbasah’ rata-rata terjadi di bulan Oktober, Desember, dan Agustus. Namun cuaca di Inggris yang selalu berubah-berubah menjadikan prediksi cuaca tidak menentu. Begitu pula saat musim salju turun yang sangat bervariasi dan sulit untuk diprediksi. Berbeda dengan zona Mediterania (Portugal, Spanyol selatan dan Prancis, Italia, Yunani, dan negara-negara Slavia selatan yang berbatasan dengan Laut Adriatik) memiliki musim dingin yang hangat, musim panas yang cerah, serta musim semi dan musim gugur yang menyenangkan. Sedangkan wilayah Spanyol memiliki pola cuaca mirip dengan yang ditemukan di zona Mediterania, meskipun sedikit lebih kering dan lebih sejuk. Berbeda dengan Eropa Tengah dan Timur, zona ini dikategorikan sebagai musim panas yang dingin dan lembab. Seperti di Eropa Barat, musim panasnya ringan, tetapi musim dingin jauh lebih dingin, dengan hujan salju yang umum terjadi. Di sisi lain Eropa yaitu Eropa Utara (bagian tengah dan utara Norwegia, Swedia, Finlandia dan Rusia) memiliki iklim sub-arktik, yaitu musim dingin yang panjang, keras, dan sangat dingin sampai sering mendatangkan badai salju. Berbeda saat musim panas yang menampilkan pemandangan langka sinar matahari yang tampaknya tak berujung, dengan matahari melayang tepat di atas cakrawala sepanjang malam di beberapa tempat. Terakhir di zona pegunungan, iklim tundra mendominasi dataran tinggi di seluruh Eropa. Daerah yang mengalami jenis iklim ini termasuk dataran tinggi di Pegunungan Alpen, Pyrenees, Carpathia, Balkan dan pegunungan di Norwegia. Sebagai zona iklim terdingin kedua di dunia, musim panas tidak benar-benar ada di sini.

Aksesibilitas di Eropa

Negara-negara di Benua Eropa saling berdekatan satu sama lain, sehingga memudahkan Anda yang ingin merasakan hidup travelling. Seperti pada umumnya, transportasi di Eropa terbilang cukup lengkap mulai dari kereta, pesawat, sewa mobil, trem, metro, bus ataupun perahu. Dengan penambahan Channel Tunnel dan tarif maskapai yang lebih murah, Eropa lebih mudah diakses dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anda bisa dengan mudah menjangkau sebagian besar wilayah Eropa dari Inggris dengan beberapa jam saja naik kereta maupun penerbangan langsung dengan pesawat, jadi misalkan Anda belajar di London, Anda juga punya kesempatan untuk berakhir pekan ke Italia, Prancis, Jerman, atau Irlandia. Untuk transportasi antar-negara, Anda bisa memilih diantara pesawat, bus, ataupun dengan kereta. Sedangkan untuk transportasi dalam kota, Anda bisa naik bus, trem, metro, kereta, ataupun menyewa sepeda. Fasilitas transportasi yang disediakan oleh sebagian besar negara dapat dikatakan berkualitas karena kenyamanannya dan harganya yang terjangkau. Untuk di beberapa negara seperti Paris, Roma, dan Jerman, Anda hanya perlu membeli satu tiket perhari berlaku untuk semua transportasi umum seperti bus, trem, dan metro selama masih berada dalam jangkauan wilayah dari jenis tiket yang Anda beli tersebut. Walaupun di Amsterdam sedikit berbeda, Anda harus selalu mem-validasi kartu saat naik dan turun transportasi umum yang akan dipotong dari deposit dalam kartu. Kartu atau tiket transportasi tersebut bisa dibeli saat di dalam kendaraan umum melalui petugas yang berjaga disana. Hal itu berbeda dengan transportasi Metro atau biasa disebut sebagai Underground, yang mempunyai skala beroperasi hanya di satu kota saja. Bedanya, tiket Metro tidak bisa dibeli didalam kendaraan, tetapi Anda harus membelinya di stasiun Metro melalui mesin tiket.

Menikmati Beragam Hiburan dan Budaya

Negara Eropa telah mempertahankan kebiasaan, tradisi, masakan, hiburan dan festival uniknya sendiri, begitu pula negara Inggris. Banyak hal yang bisa ditemui ketika Anda berkunjung ke negara lain dan bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Beberapa contohnya seperti pesta kostum di Itali bernama Carnival of Venice; atau datang ke salah satu festival musik jazz terkenal dalam Copenhagen Jazz Festival di Denmark; merayakan St. Patrick’s Day di Irlandia; menikmati festival bunga dan tulip di Belanda; atau merasakan keseruan San Fermines Festival di Spanyol. Sedangkan di Inggris sendiri, negara ini menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga internasional seperti Summer Olympics, Golf Tournament, sampai kejuaraan AllEngland (Wimbledon) yang menjadi salah satu kompetisi tenis terkemuka di dunia, serta perayaan balap kuda meliputi Royal Ascot, Derby, dan Grand National Steeplechase. Inggris juga sangat terkenal dengan klub-klub sepak bola mereka seperti Chelsea, Liverpool, Manchester United, Arsenal, dan masih banyak lagi. Anda bisa merasakan ‘euforia’ yang sangat berbeda ketika musim liga Inggris dimulai di negara ini bersama dengan penggemar sepak bola lainnya yang sebagian besar adalah penduduk Inggris. Selain itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika ingin mengembangkan relasi pertemanan di Inggris karena budaya penduduknya yang sangat multikultural.

Hidup di Tengah Kerajaan Inggris

Terlepas dari benua Eropa, Inggris merupakan negara dengan sistem monarki parlementer. Sistem pemerintahan bertumpu pada perdana menteri dan kabinetnya. Sementara Inggris tetap menjaga keberadaan raja dan ratu kerajaan yang berperan sebagai kepala kekuasaan serta menjadi simbol persatuan dan kedaulatan negara Inggris. Sistem pemerintahan yang masih menganut kerajaan ini masih merayakan ulang tahun ratu kerajian atau Queen’s Birthday tiap tahun selama akhir pekan di bulan Juni. Dalam perayaan tersebut akan banyak parade dan pesta di Inggris. Perayaan tersebut membuat sebagian besar toko-toko tutup, dan semua keluarga berkumpul bersama. Selain itu jika ada seorang keluarga kerajaan menikah, biasanya akan ada hari libur. Misalnya pada tahun 2011 yang lalu, ketika Pangeran William dan Catherine Middleton menikah, pada hari itu dianggap sebagai hari libur nasional dan setiap orang diberi libur kerja maupun libur sekolah.

Sistem Pendidikan yang Sederhana

Secara garis besar, pendidikan di Eropa memiliki 7 (tujuh) tingkatan: Early Childhood Education, Primary Education (pada umumnya durasi enam tahun), Lower Secondary (durasi dua sampai tiga tahun), Education, Upper Secondary Education, Post-Secondary non-tertiary Education, Short-cycle tertiary Education, Bachelor degree, dan Master degree. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan mereka adalah European Baccalaureureate, sertifikasi ini berbeda dengan International Baccalaureate (IB). Kurikulum dalam European Baccalaureureate mengharuskan siswanya untuk belajar 811 mata pelajaran akademik, di samping pendidikan jasmani dan moral/agama. Nilai ratarata ditulis dalam bentuk persentase, nilai rata-rata minimum siswa adalah 60% untuk kelulusan.  Sedangkan di Inggris, ada empat tingkatan pendidikan yakni: Primary Education (Pendidikan Dasar), Secondary Education (Pendidikan Menengah), Further Education (Pendidikan Lanjutan), dan Higher Education (Pendidikan Tinggi), ditambah ada istilah tingkatan ‘key stages 1,2,3,4’. Tahap 1 dan 2 diambil di sekolah dasar sampai siswa berumur sekitar 11 tahun untuk melanjutkan tahap 3 dan 4 di sekolah menengah. Kemudian akan ada tes di akhir tahapan bernama GCSE (General Certificate of Secondary School) yang diambil oleh siswa sekitar 16 tahun. Setelah menerima ujian GCSE dan lulus, siswa diberi pilihan untuk melanjutkan sekolah atau langsung masuk ke dunia kerja. Jika siswa memilih untuk mengembangkan pengetahuannya di pendidikan lanjutan (Further Education), mereka akan menghadapi tes A-Level atau sejenisnya. Jenjang pendidikan lanjutan adalah untuk siswa yang merencanakan masuk ke college atau universitas. Setelah itu mereka akan masuk ke jenjang pendidikan tinggi, dimana sebagian besar siswa internasional bisa langsung masuk ke tahapan ini hanya dengan menyelesaikan pendidikan setara dengan further education di Inggris, contohnya seperti SMA 3 untuk siswa dari Indonesia.

Daftar Institusi yang Diwakili oleh AS Student Services

1Bellerbys College
2Birmingham City University International College
3Bournemouth University International College
4Brunel University London International College
5Cambridge Ruskin International College (Anglia Ruskin University)
6Coventry University London Campus ISC
7Durham University ISC
8Glasgow International College (University of Glasgow)
9Hertfordshire International College (University of Hertfordshire)
10Holland ISC (Groningen, Vrije Universteit Amsterdam, Twente, Hanze University of Applied Sciences)
11International College Portsmouth (University of Portsmouth)
12International College Robert Gordon University
13International College Wales Swansea
14Istituto Marangoni ISC
15Keele University ISC
16KIC London (University of Birmingham, University of York, Cranfield University, City University London, University of Westminster, Aston University)
17Kingston University, London ISC
18Lancaster University ISC
19Leeds ISC (Leeds Beckett University & University of Leeds)
20Liverpool International College (University of Liverpool)
21Liverpool John Moores University ISC
22London Brunel International College (Brunel University London)
23Nottingham Trent International College (Nottingham Trent University)
24Plymouth University International College
25Royal Holloway ISC
26The University of Sheffield International College
27University College Dublin ISC
28University of Brighton International College
29University of Huddersfield ISC
30University of Leicester ISC
31University of Lincoln ISC
32University of Northampton International College
33University of Strathclyde ISC
34University of Surrey ISC
35University of Sussex ISC
36University of York International Pathway College
37UWE Bristol’s International College (University of The West of England, Bristol)