Daripada merasa kondisi pandemi COVID-19 yang melanda sebagai hambatan, lebih baik menjadikannya sebagai tantangan untuk lebih produktif dalam situasi yang ada. Tidak hanya para pekerja yang harus bekerja dari rumah, para pelajar juga harus belajar dari rumah, tidak terkecuali pelajar internasional. Melakukan pembelajaran daring memang sangat sulit dibanding metode tatap muka, sehingga banyak pelajar yang mengeluhkan kurang efektifnya metode ini. Mulai dari sulitnya konsentrasi, tugas yang menjadi lebih banyak, hingga masalah-masalah teknis. Berikut hal-hal yang sering menjadi kesalahan selama metode pembelajaran daring.

  • Kurangnya Manajemen Waktu

Perbedaan signifikan dari metode pembelajaran di sekolah dan daring adalah “kelas” tempat belajar. Ketika menjalani metode pembelajaran tatap muka, jam kegiatan siswa lebih pasti dan lebih mudah diatur. Kegiatan seperti bangun pagi, bersiap-siap, perjalanan ke sekolah, dan kegiatan setelah jam sekolah lebih mudah diprediksi dan dikelola. Sedangkan metode pembelajaran daring membuat siswa tidak butuh waktu lama untuk bersiap-siap dan pergi ke sekolah. 

Manajemen waktu, meskipun terdengar sederhana, menjadi salah satu kunci yang membuat metode pembelajaran daring menjadi lebih efektif. Seringkali para siswa terlalu nyaman ketika menjalani sekolah daring, sehingga tidak memaksimalkan waktu belajar yang ada dan 

  • Persiapan Teknis

Saat menjalani pembelajaran daring, penting untuk memastikan bahwa kamu memiliki akses ke komputer yang dilengkapi dengan perangkat keras yang tepat. Para pengajar biasanya akan mencantumkan versi browser dan sistem operasi yang diperlukan untuk setiap pelajaran. Ini akan memungkinkan kamu untuk mengakses materi yang diperlukan untuk menyelesaikan pendidikan dan gelar kamu.

Penting juga untuk membiasakan diri dengan kurikulum, silabus, dan cara menavigasi kelas virtual. Ini mungkin termasuk menghubungi sekolah atau pengajar untuk instruksi lebih lanjut. Dengan demikian, kamu dapat mencegah kebingungan teknis yang dapat menghambat proses pembelajaran.

  • Terlalu Banyak Distraksi

Hal ini bisa dikatakan menjadi tantangan terberat dalam menjalani pembelajaran daring. Tidak berada dalam satu ruangan yang sama dengan guru atau profesor membuat gerak-gerik siswa menjadi lebih leluasa, termasuk untuk mengakses handphone dan membuka media sosial. Distraksi ini juga dapat ditimbulkan dari ruangan tempat belajar, apabila siswa belajar di ruangan yang ramai, berantakan, dan berisik pasti akan sulit untuk berkonsentrasi dan mendapatkan energi yang baik untuk belajar.

  • Tidak Memaksimalkan Waktu Istirahat

Meskipun belajar dari rumah, para siswa tentunya tetap mendapatkan waktu istirahat. Sayangnya, bukannya memaksimalkan waktu istirahat untuk benar-benar beristirahat, para siswa sering menggunakan waktu istirahat ini untuk membuka media sosial atau bermain games dari gawai mereka, padahal mereka sudah menghabiskan banyak waktu untuk melihat layar selama jam belajar. Hal ini membuat mata mereka tidak beristirahat dan justru semakin lelah untuk melanjutkan pembelajaran berikutnya.

  • Kurang Aktif di Kelas

Tidak hanya saat menjalankan metode pembelajaran daring, hal ini juga sering menjadi kesalahan ketika belajar tatap muka di sekolah. Aktif di kelas tidak hanya dapat membuat para siswa lebih memahami materi yang diberikan, tetapi juga membuat mereka tidak mengantuk, dan juga menjadi nilai tambahan dari pengajar mereka. 

Beberapa siswa mungkin sangat tergoda untuk merasa tidak perlu terlibat dalam diskusi kelas daring, bahkan ketika itu diminta oleh guru mereka sekalipun. Mereka yang melakukan kesalahan ini kehilangan kemampuan untuk berpartisipasi dalam forum tempat sesama siswa memposting perspektif pribadi mereka, yang mungkin berguna untuk tugas individu di masa mendatang.

Kesalahan-kesalahan di atas tentunya dapat diperbaiki apabila para siswa mau lebih disiplin dalam waktu mereka, jangan sungkan juga untuk meminta bantuan dari orang rumah atau bahkan teman sekelas untuk saling mengingatkan atau berdiskusi terkait materi yang diberikan di kelas.