Menjalani studi di luar negeri merupakan pengalaman yang akan selalu terasa manfaatnya seumur hidup. Tidak hanya pengalaman sebagai seorang pelajar, menjalani hidup beberapa tahun di luar negeri juga memberikan pelajaran besar tentang hidup bagi seseorang. 

Sayangnya, pandemi yang melanda seluruh belahan dunia membuat banyak rencana yang telah dibangun harus diubah atau bahkan dibatalkan, termasuk rencana untuk melanjutkan studi di luar negeri. Institutes of Higher Education (IHE) juga menyarankan bagi pelajar mempertimbangkan kembali untuk menunda atau membatalkan rencana studi bagi mahasiswa internasional, karena beberapa hal seperti situasi yang tidak menentu, larangan untuk bepergian, kendala untuk pulang ke negara asal, dan lain-lain. Meskipun banyak yang mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan studi di luar negeri, banyak juga yang tetap menunggu dan melanjutkan rencana mereka. Jadi sebenarnya seperti apa rasanya belajar di luar negeri selama pandemi?

Negara-negara di Eropa telah menutup gerbang mereka bagi para pelancong dari luar negeri, akan tetapi, mereka membuat pengecualian bagi pelajar internasional. Tentu saja, calon siswa internasional harus berkonsultasi dengan pedoman dan batasan CDC untuk setiap tujuan sebelum menginjakkan kaki di pesawat atau mendaftar di kelas. Selain karantina wajib dan tes COVID, terdapat juga paket asuransi atau bantuan komprehensif dan layanan darurat 24 jam.

Selain fasilitas kesehatan yang disediakan, program pembelajaran selama pandemi juga mengalami beberapa penyesuaian. Daripada langsung menjalani satu tahun atau enam bulan program, siswa sekarang memiliki pilihan untuk mendaftar kursus selama empat sampai enam minggu di luar negeri. Ada juga penawaran yang mencakup porsi kursus online yang lebih panjang diikuti dengan pengalaman belajar tatap muka di akhir tahun.

Menurut National Association of Foreign Student Advisers (NAFSA), para pelajar masih tertarik untuk melanjutkan studi mereka di luar negeri. Penelitian NAFSA menyarankan belajar di luar negeri meningkatkan nilai rata-rata, pembelajaran bahasa, kemampuan kerja dan keterampilan karir. Kesempatan sekali seumur hidup juga dapat memberikan rasa pencapaian dan memberi siswa yang ragu-ragu lebih banyak arah dalam hidup. 

Walaupun kegiatan belajar akan difokuskan melalui Zoom, kuliah di luar negeri tetap menawarkan berbagai pengalaman berharga yang hanya bisa kamu dapatkan di sana. Kondisi pandemi yang melanda sekarang juga mungkin dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam memilih negara yang ingin dituju. Selama siswa tersebut sadar akan konsekuensi untuk melanjutkan studi di luar negeri dalam masa pandemi dan mau bertanggung jawab serta berhati-hati setiap harinya, kuliah di luar negeri selama pandemi tidak akan menjadi suatu hal yang percuma.