Semakin sulitnya persyaratan dan mengurus perizinan untuk melanjutkan studi di luar negeri membuat para pelajar berpikir untuk menunda studi mereka. Menurut survei yang dibuat oleh British agency Quacquarelli Symonds (QS) 61% responden di dunia menyatakan bahwa pandemi telah merubah rencana mereka untuk melanjutkan studi di luar negeri. 

Menurut laporan dari survei tersebut, “Seiring dengan kemajuan survei, kami dapat melihat bahwa proporsi siswa yang ingin dan yang berharap untuk memulai studi mereka di luar negeri pada tahun 2020 secara bertahap menurun, sedangkan angka untuk tahun 2021 meningkat.” Kompromi yang dapat dilakukan oleh institusi dan juga pelajar internasional dalam kondisi pandemi adalah metode pembelajaran daring, akan tetapi sebanyak 36% responden pada bulan Agustus 2020 menyatakan tidak tertarik untuk melanjutkan studi mereka secara daring, untungnya masih ada beberapa pilihan untuk menunda studi apabila tidak tertarik dengan metode pembelajaran daring.

Pilihan Untuk Menunda Studi

  • Deferred Student

Selain metode pembelajaran daring, bagi pelajar yang ingin menunda studi mereka, dapat mendaftar sebagai deferred student. Deferred Student berarti mahasiswa yang menunda waktu mulai kuliahnya yang memperbolehkan pelajar untuk bisa mendaftar di tahun ajaran ini, namun meminta pihak universitas untuk memulai kuliah pada tahun ajaran berikutnya. Ketika mendaftar untuk universitas, pelajar perlu memberikan alasan yang dapat diterima oleh staf penerimaan agar permintaannya dikabulkan. 

Umumnya, kebanyakan institusi atau universitas memperbolehkan siswanya untuk menunda sampai satu tahun, namun hal ini tergantung dari institusi atau universitasnya masing-masing. Untuk informasi lebih tepatnya, kamu dapat menghubungi langsung ke tempat kamu mendaftar terkait waktu yang diberikan.

  • Menunggu tahun ajaran berikutnya

Pilihan lainnya adalah menunggu sampai tahun ajaran berikutnya. Apabila pelajar masih ragu tentang apa yang ingin dipelajari di tingkat universitas, waktu ini dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi mengenai program studi dan tempat kuliah, mendapatkan pengalaman kerja dan juga berbincang dengan teman-teman sesama pelajar yang menjalani studi di luar negeri.

Sangatlah normal bagi pendaftar kuliah untuk berubah pikiran – terutama dalam situasi seperti saat ini. Apabila pelajar telah terlanjur mendaftar universitas, namun berubah pikiran karena situasi pandemi, pelajar dapat menghubungi institusi atau universitas pilihan untuk memberitahukan keputusan untuk menunda kuliah. Tentunya dengan alasan-alasan supaya dapat menjelaskan dengan baik ke pihak universitas.

Perlukah Menunda Studi Karena Pandemi?

Apabila kamu ragu untuk tetap melanjutkan atau menunda studi di luar negeri karena pandemi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan matang-matang. 

  • Apa yang akan dilakukan selama menunda?

Ketika kamu memilih untuk menunda masa studimu, berarti kamu memiliki waktu kosong selama enam bulan sampai satu tahun. Kamu perlu memikirkan apa yang akan kamu gunakan dari waktu kosong tersebut. Kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengambil kelas-kelas tertentu yang kamu minati sesuai hobi kamu, bisa melukis, memasak, menulis, atau bahkan kelas akting. Kamu juga bisa menggunakan waktu ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai materi-materi yang berkaitan dengan jurusan di universitas pilihan atau memperkaya skill berbahasa Inggris.

Selain untuk belajar, waktu ini juga dapat kamu manfaatkan untuk bekerja. Kamu bisa mendaftar untuk program magang atau mencari pengalaman bekerja lainnya seperti membuat bisnis kecil-kecilan sementara. Tidak hanya kamu bisa menghasilkan uang, kamu juga dapat merasakan lingkungan dan pengalaman kerja yang tentunya nanti akan berguna di kemudian hari setelah kamu menyelesaikan masa studi.

  • Pertimbangkan Soal Waktu

Apabila kamu adalah orang dengan timeline dan rencana yang telah tersusun, kamu perlu mempertimbangkan masalah waktu. Dengan menunda masa studi, berarti timeline yang telah kamu susun juga akan mundur. Di sisi lain, menunda kuliah bisa berarti kamu akan tertinggal 1 tahun dibanding teman-teman sebaya yang tetap berkuliah. Kalau hal ini tidak menjadi masalah, mungkin kamu tidak perlu terlalu khawatir untuk menunda masa studi, apabila sebaliknya, kamu perlu mempertimbangkan untuk tetap melanjutkan studi dan menjalankannya secara virtual.

Pilihan untuk melanjutkan atau menunda studi di luar negeri di tengah masa pandemi kembali pada kebutuhan dan urgensi masing-masing. Sangat dianjurkan untuk tidak hanya mempertimbangkannya sendirian, tapi juga meminta bantuan dari orang tua, teman-teman, dan juga agen yang mengurus proses pendaftaran di institusi atau universitas yang diminati. Dengan ini, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan akhir.